dari sudut lain

Posted by in Silent Papers

perjalalan hidup ini sungguh indah jika terlihat dari sudut-sudut lain
berjarak beberapa kaki mundur dari tempat kaki ku dan bumi ini terjalin
mungkin terkadang diriku merasa payah menjalani jalan yang tak pernah sunyi ini
harus ku akui terkadang ku kecewa dan marah pada dirinya yang pernah kucintai sehingga ingin menjauh dan terpisah
hingga perasaan ini sempat terniat hinggap di sisi-sisi hati lain
namun terkadang ku kecewa dan marah pada hati sendiri
mengulang-ulang pertanyaan kenapa ku tinggalkan hatinya pada yang lain padahal hatinya selalu menemani jasadku ini

aku malu mengakui bahwa dirinyalah yang terbaik untuk hidupku, dan aku bangga pada dirinya yang selalu berusaha ada disetiap jatuh ku, dan ku selalu hawatir jika dia kutinggalkan ketika bangunku,
ya Tuhanku apakah aku harus terjatuh agar aku tetap bersama dia, apakah aku harus tak berdaya agar aku melihat yang sebenarnya hati mana yang memang sejati untuk hatiku,
aku terdiam, termenung…. dan menangis, dengan sebuah pertanyaan mungkinkah aku akan bersama dia jika aku sedang bahagia dengan gemerlapku pada dunia..
entahlah ada sisi amarahku yang ingin aku ungkapkan berharap semua mengerti akan kelemahan ku yang tak sudi ditutupi oleh mereka para perempuan impianku… hingga terkadang aku berfikir apakah aku sedang melawan dirimu ya Tuhanku…

hingga akhirnya kucoba lalui saja jalan ini, dan sesekali kulepas jiwaku untuk dibiarkan melayang menjauh beberapa langkah dsri tubuhku, agar jiwaku mampu melihat betapa indahnya duniaku jika terlihat dari sudut lain… mungkin dengan seperti itu aku dapat kembali ke kehidupan ku yang dapat membuat orang yang kucintai merasakan bahagia dariku..