44 menuju sebuah titik

Posted by in Uncategorized

44….
semakin mendekat ke sebuah tanda baca akhir kalimat kehidupan .. yaitu titik
titik itu akhir dan akhir itu dilanjut dengan pertanggungjawaban dari langkah yang terjadi sebelum titik…
apakah langkah menuju titikku harus berputar di setiap kalimat awal yg tlah terlawati,
atau kalimat baru yang menjadi bekalku untuk saatnya nanti..
jika 44 itu bentuknya terbalik seharusnya akan lebih bermanfaat,
seperti dua buah kursi yang bisa diduduki,
oleh siapa saja yang lelah lama berdiri atau lemah setelah berlari
Namun itu bukan lah kursi-kursi,
diri hanya seorang insani yang mungkin masih jauh dari mahluk imani
dimana 44 seperti dua tangan yang membukakan jari-jari ke atas
selalu berdoa dan memohon ampunan
karena 44 masih tidak mampu menjadi pelindung
dan menjadi tempat dimana amanah banyak dicari…

tidak ada suka tidak ada duka
ketika hari hari berganti,

hanya pasrah, doa dan menatap sisa hari yang harus terlewati jauh lebih baik hingga menuju titik….. (44 menuju sebuah titik)