Jejak-jejak mesin pemikir di atas meja berserat ilalang

Posted by in Serdadu di baris Terdepan

Sebuah meja dalam sebuah ruang,
yang tidak pernah sepi oleh hiruk pikuk para pejuang
dia begitu kokoh, takkan  mungkin terbuang,
karena begitu banyak jejak mesin pemikir yang tak terbilang

dia begitu ramah berdiri dibawah lampu yang terang
banyak yang singgah tuk sekedar menggores mimpi-mimpi menuju bintang
dia begitu sederhana, hanya tumpukan kotak berserat ilalang
tanpa ukiran atau pun tulisan, seperti  benteng  yang siap diserang

bersanding dengan kursi-kursi empuk yang ternikmati lewati petang
bahkan tetap terisi hingga malam menjelang
dia begitu berbeda dibandingkan meja-meja raja yang menjulang
sulit tuk dihampiri , atau sekedar terlompati para belalang

cerita sang meja ini tak kan mungkin terulang
karena sang pemilik  akan pergi untuk berperang
sedangkan yang hadir adalah para pencari peluang
sehingga sang meja kan terlihat sombong dan garang

jejak-jejak itu mungkin takkan hilang
terhapus oleh jejak-jejak palsu yang penuh bayang-bayang
akan banyak perubahan yang akan datang
kami harus tetap kuat tuk berjalan dengan tenang

salam hormat kami kepada sang pemilik meja berserat ilalang….

cepat atau lambat perubahan yang datang dari luar itu awalnya terasa memberatkan,
untuk kali ini mudah-mudahan kami tetap kuat meskipun berat.
ini hanyalah sebuah ketakutan… sehingga dapat membunuh
sosok yang akan hadir temani sang meja..
yang pasti kami tidak mungkin menandai meja itu lagi
dengan mesin-mesin kami.
Sudah saatnya kami mencari meja lain.. yang mampu
menerima ditandai oleh mesin-mesin kam..

9+6=15
untuk sahabat, pejabat, kerabat, terkadang bejat,  kau tetap kupeluk erat, eddy