Pustaka Jiwa

Posted by in eksperimen senyawa jiwa

lelahku telah membenamkan hasrat untuk berlari
dudukku di sementara adalah hal terbaik yang dapat ku cari
ku pastikan sadarku terdiam ditempat dimana alam terlihat sepi
dari benda-benda hidup yang selalu berinteraksi bersama para bangunan mati

gelapku ketika mata ini terpejam terhalang kelopak
nafasku menarik udara beserta zat yang mampu terbakar menjadi gerak
dengarku ketika telinga terbuka dengarkan kesunyian yang lunak
beserta angin, rerumputan, burung-burung, dan kerikil-kerikil telah menyentuh otak

Alam dan semesta telah bergerak jauh sebelum insani terlahir disini
Semua menjalar bermula dari sentuhan lembut jemari sang ilahi
hingga bercabang munculkan sebuah lambang yang disebut infiniti
itulah pustaka jiwa yang melahirkan sajak dan puisi

Keteraturan memiliki rahasia yang indah
tidak semua yang terlihat mampu terbaca oleh indera yang gundah
hanya hati-hati mereka yang mampu merasakan tanpa perasaan resah
para nabi yang diutus diturunkan seperti anak panah

Mereka telah mampu membaca alam sebagai tanda-tanda rahmat
kemudian tersampaikan dalam bahasa ayat-ayat
tersimpan dalam bentuk ucapan dan dijaga oleh umat
Selalu terjaga oleh jarak dan waktu hingga akhir hayat

Ayat-ayat telah tersampaikan ketika insani terlahir disini
Bagaikan tanda-tanda diantara akar dan ujung daung yang tertinggi
yang bermula dari penyampaian malaikat kepada para nabi
itulah pustaka jiwa yang melahirkan pedoman hidup yang abadi

Alunan ayat-ayat memiliki mukjijat yang tak terbantah
mempu mengalirkan energi kebajikan yang dapat memberikan arah
melahirkan penemuan-penemuan yang indah
Mengajak umat insani menjadi umat yang tidak lemah

Penemuan itu terjabar sebagai ilmu
ilmu yang terlantun bagaikan nyanyian-nyanyian dari mulut sang guru
tersebar hingga mampu mengubah bumi menjadi rindu
Rindu kepada sunyinya masa- masa lalu

Ilmu dan logika telah tersampaikan ketika insani bertahan untuk mandiri
namun terkadang cabang-cabang ilmu memiliki ranting berdaun kering dan berduri
di antara cabang-cabang yang menghadirkan kuncup hijau muda diterangin sang mentari
itulah pustaka jiwa yang melahirkan aplikasi dan teori

pustaka jiwa adalah sumber pemahaman hidup
yang dapat mengubah bunga yang masih kuncup
menjadi penerang diantara senja yang meredup
senyawa jiwa akan menetes dari jiwa-jiwa yang tertutup

-akhir sebuah eksperimen senyawa jiwa-