simpulan dari rahasia-rahasia jiwa

Posted by in eksperimen senyawa jiwa

ini adalah akhir dari penelurusan sebuah eksperimen
berharap akan memberi sentuhan kepada jiwa-jiwa pembentuk elemen
terserap dalam tubuh-tubuh menjadi penerus dan memperbarui setiap jiwa
sehingga menetap dan menjadi penggerak raga

sejak awal perjalananku untuk mencari
menggali hingga dapat menembus bumi
mendaki hingga dapat terbang ke atas cakrawala yang tinggi
akhirnya penemuan itu ketemua ditidak jauh ada dalam diri

kesunyian hati adalah sebuah kunci
renungan diri adalah sebuah itikad hati
dimana senyawa-senyawa jiwa mampu berinteraksi
menhubungkan doa-doa kepada sang ilahi

bukanlah jarak yang menentukan sebuah temuan
bukanlah waktu yang menentukan sebuah pertemuan
melainkan jiwa-jiwa ikhlas yang saling bertautan
dengan senyawa-senyawanya yang selalu beriringan

cobaan itu adalah sebuah peristiwa
dimana rasa duniawi dapat mengubah cara pandang jiwa
teteskanlah cairan senyawa jiwa ke setiap raga
agar rasa duniawi sirna
sehingga yang ada hanyalah sebuah ruang riwa
mempertemukan hati dan sang Pencipta

Tuhan memberikan senyawa-senyawa ini dengan penuh rahasia
hanya imanlah yang dapat mempertemukannya
namun kuat lemahnya iman bukanlah menjadi neraca
setiap tanda-tanda yang diberikanNya muncul tak terduga

Upaya dan Doa adalah bekal yang selalu terbawa
semua untaian kata-kata jiwa yang iklas kan menjadi media
meneteskan bulir-bulir embun yang terserap jiwa
siapapun yang hinggap hingga hati kan ceria

teteskanlah kepada jiwa-jiwa yang tercinta
sampaikanlah semua belahan jiwa melalui senyuman bahagia
para kekasih yang selalu menjaga dan terjaga
kepada titipan-titipan ilahi mungil yang sedang duduk bercengkrama
kepada para pejuang-pejuang cinta yang bekerja dan berkarya
kepada para pujangga- pujangga cinta yang bersastra dan berkata

dan janganlah lupa, bahwa jiwa diri tetaplah diselimuti tubuh insani
mampu terjauh dari mata air yang murni
hingga mampu tercemar atau bahkan hilang digoncang gersang sejak pagi
jagalah tetesan senyawa itu agar rasa haus diri tetap tersiram hingga inti sari

dan kamipun berjalan tuk melakukan eksperimen baru
selain senyawa jiwa yang selalu membiru..