analisa senyawa jiwa

Posted by in eksperimen senyawa jiwa

ada banyak cerita yang tak dapat terungkap
dan ada banyak kisah yang tak mungkin ku ucap
semua terjadi begitu saja ketika tubuh yang tak bersayap
terjatuh dari ketinggian langit tak beratap

rasa sakit itu membuat banyak jiwa yang meratap
tak sanggup tuk lanjutkan perjalanan meski dengan merayap
rasa egois masuk kedalam tubuh ini hingga menetap
dan semua selalu teringat tanpa ada yang lenyap

kehadiran iman beserta jiwa-jiwa yang senyap
membuat kesunyian tertidur dengan lelap
bangunlah dari tidurnya lihatlah wajahNya tuk sekedar menatap
dengan tangisan dan doa-doa yang meluap

jiwa-jiwa lemah tak sanggup tuk menyantap
seperti kata-kata indah yang tak terserap
hanya sia-sia diantara kayu dan rayap
semua jiwa tak bergerak, diam dan tetap

dunia terus berputar, sementara jiwa-jiwa berjalan melambat
meski matahari tetap bersinar, kehampaan didalam tubuh yang berat
jiwa terus bergetar, daging yang menempel terus berkarat
hingga batin dan raga terus bertengkar, tulang telah termakan ulat

beberapa ada yang mencoba mengejar, namun masih ragu ketika harus melompat
tersisa jiwa-jiwa yang terkapar, menyerah karena tidak ada tempat
ada pula yang masih dibalik layar, hanya berharap semua berlalu dengan cepat
jiwa tanpa sadar, telah terjepit berlipat-lipat

semua itu adalah sisi-sisi kelabu bersama dinginnya kabut nan lembut
tidak ada kepastian bahwa sisi-sisi itu kan selalu membawa duka yang melarut
apa yang terlihat dan apa yang dirasakan bukanlah sesuatu yang absolut
semua nya itu hanyalah sepenggal kisah yang selalu hadir dan siap menjemput

sebagai manusia, jiwa-jiwa ini begitu kecil namun berjalan bersama cerita bagaikan rentetan semut
yang terus berjalan dan berjalan tuk mencapai kehidupan yang selalu mereka sebut
ini adalah untaian nada didalam jiwa yang dihiasi oleh getaran jantung yang terus berdenyut
bersama musik yang menampilkan nyanyian-nyanyian indah hidup yang sedang melalui pasang surut

begitu egoisnya jiwa, ketika kabar gembira datang bersapa
namun sayangnya hati dan indera tak luput dari lupa
sehingga kisah itu dinikmati tanpa rasa sukur yang tertempa
dan nilai-nilai cerita hilang entah menjadi apa

kucoba untuk memeriksa jiwa diri
dengan menghitung waktu melalui jari
menutup mata dan mengheningkan diri
untuk sekedar mencari jiwa inti sari

kemudian ku tarik nafas dan menghitung hari
dan mencoba tuk tenangkan diri
kosongkan fikiran dan biarkan jiwa diam sendiri
kemanakah jiwa mencari tempat tuk gantungkan diri

akhirnya jiwa mulai menyadari
bahwa udara yang masuk terserap tidak mencoba untuk lari
menjauhi melalui lubang hidung dan mulut sambil menari
dia masuk dan terserap dalam tubuh sang pencari

bola mata bergerak
oleh getaran darah yang menghentak
melalui jaringan otak
dimana otak berusaha untuk tetap dipuncak
memberi pesan mengikuti alur sajak
mentaati kata-kata hati dan jiwa yang memberi jejak

senyawa jiwalah yang tak pernah nyenyak
yang diselimuti oleh cairan bagaikan minyak
menebarkan nilai-nilai bagai aroma yang merebak
itulah salah satu rahasia yang tersibak

bernafaslah yang panjang
rasakanlah ketika bulir-bulir udara masuk ke dalam ruang
dimana paru-paru bekerja tanpa sadar yang berbayang
bahkan terkadang otakpun tak sempat tuk memandang
apa yang telah diperbuat tubuh disaat siang masih terang
hanya hati dalam jiwalah yang terus berjuang

senyawa jiwalah yang menjadi bintang
mencoba menjadi mentari disaat terang telah menghilang
diantara lautan ilmu dia berenang
disitulah rahasia hati telah tertuang

cobalah tubuh ini tuk berjalan
ditopang kaki-kaki jika kita masih memiliki
berat dan ringan hanyalah bagaimana cara kita mengukur beban
semua tergerak ketika otak mendorong sebuah instruksi
sehingga seluruh jaringan saraf bekerja ke arah yang ditetapkan
hanya hati dan jiwalah yang menjadi saksi

senyawa jiwalah yang telah menjadi awan
ketika tubuh mewakili sang bumi
diantara langit dan tanah bebatuan
cukup banyah rahasia hati menjadi sebuah diri

hukum fisika mampu menjelaskan tentang energi menjadi gerak
namun tak mampu mengungkapkan bagaimana nilai energi itu terciptakan
hukum biologi dan kedokteran menerangkan tentang bagaimana kerja otak
namun hanya mampu mengungkapkan bahwa semua bergerak karena adanya jaringan saraf yang menghentakan
sementara hati dan jiwa menjadi bagian ilmuwan psikolog yang bergejolak
namun hanya mampu mengungkapkan perulaku dalam angka yang membosankan
sedangkan agama saat ini yang seharusnya menjawab masih sebatas apa yang ada dalam benak
dimana jiwa seharusnya tampil sebagai wakil dari sebuah kata yang bernama iman

agama terbelenggu karena tertolak oleh para pencinta jasad
agama masih bertahan karena masih terpegang oleh pencari iman
agama bersinar ditempat dimana jiwa telah jenuh oleh kebebasan jasad
agama terpuruk ditempat dimana pencinta jasad seperti terkekang oleh iman

hingga akhirnya para atheis berbicara bahwa hidup hanyalah ketika hidup
sedangkan pemegang iman tetap bertahan bahwa hidup adalah kekekalan
tak mudah untuk mengingatkan ketika cahaya iman mulai meredup
hanya cahaya jiwalah yang akan membawa kesadaran

ketika jiwa terkalahkan logika dan pikiran
jiwa takan mampu bertahan bersama iman
padahal semua apa yang terjadi pastilah ada logika yang berjalan
hanya saja tidak semua pikiran mampu mengerti apa yang terjadi memiliki peran
sehingga mereka hanya bisa mengandalkan otak yang terbatas oleh kesabaran
saat itulah senyawa-senyawa jiwa sedang dibutuhkan

susunan senyawa jiwa dapat digambarkan oleh lingkaran iman
dimana didalamnya tertampung akal dan fikiran
dengan memahami apa yang sedang berjalan
dia berusaha tetap menjaga teguh ayat-ayat suci Tuhan
meskipun semuanya tidak sempurna saat jiwa dalam perjalanan
Tuhan telah membuat semua aturan agar dapat tetap bertahan

tetapkan apa yang dapat membuat senyawa ini tetap berkembang
adalah segala perbuatan yang diijinkan Tuhan tiada penghalang
dimasukan kedalam kalbu yang dipenuhi cahaya iman yang terang
menjadikan ikhlas dengan apapun dia berjuang

akhirnya telah disadarkan bahwa jiwa itu adalah ruh yang termiliki
termiliki manusia tanpa daya dan upaya dan abadi
tubuh adalah harta terakhir yang menghilang sebelum mati
sedangkan jiwa terwakili oleh ruh dan kembali kepada ilahi

jika dalam senyawa jiwa masih ada zat iman yang terkandung
bersyukurlah sekecil apapun yang terhitung
haraplah ia ada dan tersimpan ditempat yang terlindung
para pemilik jiwa-jiwa ini adalah orang-orang yang beruntung

untuk membuktikan apakah ada zat iman dalam senyawa jiwa yang terpegang
duduklah tubuh ini ditempat yang hening, di seper-tiga malam akhir yang jauh dari terang
pejamkanlah mata dan bukalah mata hati ini dimana senyawa jiwa terlihat bersih dan tenang
apakah warna biru haru menyelimuti perasaan yang menghampiri menyibak hutan yang rindang
dan warna biru itu tersibak ketika tubuh ini banyak tak sejalan tak terbilang
dengan akal, pikiran dan ayat-ayat Tuhan sementara tubuh terbawa arus gelombang
rasa takut akan ajal yang tak berbekal kebaikan diantara waktu dan ruang
pecahlah tangisan pilu yang tak terbendung seperti rasa rindu untuk pulang
kepada tubuh-tubuh yang dirindukan telah lama menghilang
hingga akhirnya senyawa jiwa terlihat bersih menghapus jiwa bimbang
sedangkan lingkaran iman akan membentuk garis tebal tak berbayang

ada banyak unsur-unsur yang tumbuh di dalam senyawa jiwa
unsur-unsur itu akan berbeda diantara jiwa-jiwa bernyawa
unsur-unsur itu terbentuk dari sebuah renungan, tangisan, senyuman, canda dan tawa
pastikanlah senyawa jiwa mendapatkan unsur-unsur yang menjauhi rasa kecewa

itulah senyawa jiwa yang selalu termiliki tubuh
dimana hati akan tetap berlabuh
hingga akhirnya jiwalah yang kuat sedangkan tubuh begitu rapuh
dan Tuhan akan selalu mencintai pemilik jiwa yang bersungguh-sungguh